MATA TINTA RAKYAT. COM
Kabupaten Tangerang – Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang melakukan sebuah inovasi berkelanjutan yang diluncurkan di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Blue Economy yang menggunakan Teknologi Desvaporasi Air Laut”, program ini bertujuan menyediakan alternatif akses air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar pesisir Tanjung Pasir dan juga menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengelolaan air laut, Selasa (09/09/2025).

Sebagai desa pesisir yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa, Desa Tanjung Pasir selama ini mengalami kendala dalam akses air bersih. Untuk menjawab permasalahan ini, Tim PKM UNIS Tangerang yang melibatkan dosen dan mahasiswa memperkenalkan teknologi Desvaporator, sebuah inovasi berbasis desalinasi dan evaporasi yang mampu mengubah air laut menjadi air tawar. Teknologi ini tidak hanya menghasilkan air tawar, tetapi juga garam sebagai produk sampingan bernilai ekonomi.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama dengan mitra, yaitu Karang Taruna Desa Tanjung Pasir, sehingga manfaat yang dihasilkan tidak berhenti pada aspek teknis semata. Karang taruna diberdayakan melalui berbagai pelatihan kewirausahaan yang mencakup penguatan motivasi, keterampilan desain produk, hingga strategi pemasaran digital.
Selain itu, kegiatan penyuluhan dan pendampingan intensif turut digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi lokal, sekaligus menumbuhkan semangat berwirausaha. Dengan pendekatan ini, program tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi pemuda karang taruna maupun masyarakat Desa Tanjung Pasir secara umum.

Menurut Ketua Tim PKM, Bpk. H. Sri Jaya Lesmana, S.H., M.H., kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melibatkan dosen dan mahasiswa secara aktif, serta menjadi kewajiban setiap akademisi baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Selain sebagai amanah, program ini juga memberikan pengalaman praktis bagi civitas akademika sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan, setidaknya pada level lokal.

Lebih jauh, inisiatif ini sejalan dengan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, terutama dalam mendorong kemandirian sektor air dan pengembangan ekonomi biru. Program ini juga berkontribusi pada pencapaian SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) serta SDGs 14 (Ekosistem Lautan). Dengan pelaksanaan yang optimal, Desa Tanjung Pasir diharapkan dapat menjadi role model dalam pemanfaatan teknologi desalinasi dan pengelolaan sumber daya laut berbasis ekonomi biru bagi desa-desa pesisir lainnya.
(Relic R.)












