Daerah  

Antrian Truk BBM di SPBU Kampung Baru dan Banjar Negri Dikeluhkan,GRIB DPC Tanggamus Soroti Kemacetan.

MATA A TINTA RAKYAT.COM.      TANGGAMUS – Antrean kendaraan, khususnya truk berukuran besar, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kampung Baru dan Banjar Negeri, Kabupaten Tanggamus, Lampung, dikeluhkan pengguna jalan. Senin,31/08/26).

 

Panjangnya antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas di sekitar SPBU, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan dan menghambat pengguna jalan lainnya.

 

Ketua GRIB JAYA DPC Tanggamus turut menyoroti kondisi tersebut. Ia mengeluhkan minimnya petugas yang mengatur antrean kendaraan sehingga kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

 

Menurutnya, keberadaan truk-truk besar yang mengantre dalam jumlah banyak menjadi salah satu faktor yang memperparah kepadatan di sekitar SPBU.

 

“Kalau antrean sampai memakan badan jalan dan tidak ada petugas yang mengatur, tentu sangat mengganggu pengguna jalan lainnya. Apalagi banyak kendaraan besar yang mengantre,” ujarnya.

 

Selain persoalan antrean, pihaknya juga menyoroti adanya dugaan praktik pengecoran BBM, yakni pengisian BBM dalam jumlah tertentu menggunakan kendaraan yang diduga dilakukan secara berulang atau melebihi kapasitas tangki kendaraan.

 

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan dari pihak berwenang maupun pengelola SPBU untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

 

“Kami tidak ingin menuduh pihak tertentu. Tetapi kalau memang ada pengisian yang melebihi kapasitas tangki dan dilakukan berulang, tentu harus diperiksa karena dapat merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM, ” tegasnya.

 

Ia meminta pengelola SPBU lebih serius dalam mengatur antrean, khususnya pada jam jam padat. Petugas dinilai perlu ditempatkan diarea keluar masuk SPBU untuk memastikan kendaraan tidak berhenti sembarangan hingga mengganggu arus lalu lintas.

 

GRIB JAYA DPC Tanggamus juga mendorong pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan aparat berwenang, untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di SPBU tersebut. Pengawasan dinilai penting agar penyaluran BBM berjalan sesuai aturan dan masyarakat pengguna jalan tidak dirugikan.

 

“Jangan sampai masyarakat yang hanya ingin mengisi BBM secara normal justru terganggu karena antrean kendaraan besar yang tidak tertata. Kami berharap ada solusi nyata, bukan hanya dibiarkan, ” katanya.

 

Kondisi antrean tersebut menjadi perhatian karena SPBU berada di jalur yang digunakan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari hari. Jika tidak dikelola dengan baik, antrean kendaraan dapat menimbulkan perlambatan arus lalu lintas hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait panjangnya antrean, dugaan pengisian BBM melebihi kapasitas tangki, maupun langkah pengaturan kendaraan dilokasi.

 

Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait sehingga pelayanan BBM tetap berjalan, distribusi berlangsung sesuai ketentuan, dan aktivitas pengguna jalan disekitar SPBU tidak kembali terganggu.

(Tomson/mtr).

Tinggalkan Balasan