MATA TINTA RAKYAT.COM. SERANG – Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, generasi muda Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga jati diri. Rabu,(13/05/26).
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara sering kali hanya dipahami sebatas hafalan, bukan sebagai pedoman hidup yang nyata dalam keseharian. Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Namun, dalam praktiknya, pembelajaran PKN masih cenderung bersifat teoritis dan kurang menyentuh aspek implementatif. Padahal, esensi dari Pancasila adalah pengamalan nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Misalnya, sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban beribadah, tetapi juga menghormati perbedaan keyakinan.
Sila kedua tentang kemanusiaan mengajarkan pentingnya empati dan keadilan sosial, yang saat ini sangat dibutuhkan di tengah maraknya konflik sosial dan perundungan, baik secara langsung maupun di media sosial.
Lebih jauh, sila ketiga tentang persatuan Indonesia menjadi sangat relevan di era digital, di mana perpecahan mudah terjadi akibat penyebaran informasi yang tidak benar.
Generasi muda harus mampu menjadi agen pemersatu, bukan justru terjebak dalam polarisasi yang merugikan bangsa. Dalam konteks ini, mahasiswa sebagai bagian dari generasi intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila.
Salah satu caranya adalah melalui tulisan opini di media massa. Opini bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik dan kontrol sosial terhadap berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat.
Dengan menulis, mahasiswa tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai kebangsaan. Ini menjadi langkah konkret dalam menjadikan Pancasila sebagai living ideology, bukan sekadar simbol.
Oleh karena itu, sudah saatnya pembelajaran PKN diarahkan tidak hanya pada penguasaan materi, tetapi juga pada penguatan praktik nyata. Penugasan berupa penulisan opini di media massa merupakan salah satu bentuk inovasi yang relevan dan berdampak, karena mampu menghubungkan teori dengan realitas sosial.
Jika generasi muda mampu menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, maka masa depan Indonesia akan tetap kokoh di tengah berbagai tantangan zaman. Pancasila bukan sekadar warisan, tetapi pedoman hidup yang harus terus dihidupkan.(**).
Penulis : Silvih Yuana
Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Pamulang


















